Lika Liku Budaya Dalam Arus Globalisasi

Lika Liku Budaya Dalam Arus Globalisasi

- in Artikel, Opini
563
0

Teropongonline, Medan – Budaya selalu dalam cengkraman globalisasi. Satu sama lain saling berkaitan dan berkelanjutan. Mereka tidak bisa terpisahkan karena berpacu terhadap kemajuan zaman. Budaya merupakan suatu ciri khas atau sebuah identitas dari sekumpulan orang yang terdapat disuatu wilayah. Kehadiran hal-hal baru dengan bebasnya, membuat budaya suatu negara dapat berubah, seperti halnya Indonesia. Sehingga, cengkraman globalisasi ini tak dapat terbendung untuk dihentikan oleh manusia.

Zaman terus berkembang dengan bermacam-macam budaya didalamnya dan erat dengan kata globalisasi. Akibat dari laju kembangnya globalisasi ini, budaya-budaya pun masuk silih berganti di negara Indonesia dengan bebasnya. Masuknya budaya asing misalnya, merupakan salah satu hal yang diyakini berasal dari globalisasi. Dengan begitu, budaya tersebut akan mempengaruhi atau bahkan merubah budaya asli Indonesia. Ada budaya asing yang positif untuk kehidupan masyarakat dan ada juga budaya asing yang negatif. Berikut ini adalah paragraf per paragraf yang menyatakan budaya dalam cengkraman globalisasi.

Manusia zaman sekarang tidak lepas dari kecanggihan internet dan tentunya gadget yang ia miliki. Internet memberikan suatu perubahan yang berarti dalam pengetahuan seseorang. Hal ini merupakan salah satu bukti pengaruh globalisasi yang kian pesat. Tentu internet memberikan dampak yang positif bagi penggunanya akan tetapi juga ada dampak buruk atau negatifnya. Internet, dapat merubah budaya kebiasaan manusia yang cenderung aktif menjadi pasif dalam bermasyarakat. Manusia yang merupakan makhluk sosial, menghabiskan waktunya berjam-jam dalam perhari hanya untuk menatap gadget atau komputernya untuk internetan.

Kecepatannya dalam mengakses suatu web atau situs menjadikan candu bagi seseorang untuk terus menggunakannya, tak jarang mereka menghabiskan 24 jam untuk terus berhadapan dengan gadget ataupun komputer. Situs pornografi, perjudian, penipuan, informasi hoax juga merupakan salah satu keganasan tersendiri bagi pengguna internet yang tidak cerdas dalam mengaksesnya. Sehingga dapat memberikan perbuatan tercela pengguna internet terhadap korbannya. Maka, tak heran jika budaya itu selalu dalam cengkraman globalisasi yang terus berkembang dan berkelanjutan.

Jika dilihat dari segi positifnya, internet merupakan salah satu penemuan yang sangat berpengaruh di dunia. Internet bermanfaat untuk memudahkan dalam berkomunikasi dengan seseorang, menambah wawasan, memudahkan suatu pekerjaan, mendorong kemandirian, menambah ilmu pengetahuan, menjadikannya sebagai bisnis online, untuk berbelanja online, serta untuk mengetahui segala informasi yang ada didunia ini. Internet dapat dikatakan juga sebagai jendela dunia, dimana internet dapat kita manfaatkan sebaik mungkin dan dapat diakses dimanapun kita berada.

Budaya asing selanjutnya ialah teknologi. Masuknya teknologi-teknologi handal dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan suatu negara. Dengan adanya teknologi dapat mempersingkat waktu dalam melakukan sesuatu, efektif dan efisien dalam bekerja atau dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Teknologi sangat membantu manusia untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia tidak dapat hidup dengan teknologi.

Dari berbagai budaya yang masuk ke Indonesia ini menciptakan masyarakat yang modern. Masyarakat dikelilingi oleh teknologi canggih dan penemuan-penemuan baru. Sumber daya alam semakin maju tentu harus diseimbangkan dengan sumber daya manusia nya. Oleh karena itu, mutu pendidikan harus ditingkatkan untuk perkembangan zaman yang semakin baik tentu nya.

Selain itu, globalisasi memberi efek atau dampak baik dalam budaya segi ekonomi. Contohnya dengan pengaruh globalisasi ini dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, sehingga dapat mengurangi populasi pengangguran. Memang dengan maraknya pasar global akan menambah persaingan bisnis yang ketat antar masyarakat. Akan tetapi dengan begitu, dapat mengubah dalam segi motivasi serta etos kerja untuk terus berusaha menciptakan produk-produk yang inovatif dalam bersaing secara global.

Seperti yang kita ketahui, Indonesia adalah suatu negara memiliki ciri khas budaya ketimuran yang berarti ramah, sopan santun serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan akhlak mulia terhadap orang lain. Baik itu dari segi bahasa, tutur berbicara dan aturan berbusana. Tidak seperti budaya asing yang gaya hidupnya cenderung memakai pakaian sexy, budaya suka berpesta dan hidup bebas. Dengan masuknya budaya asing melalui proses globalisasi, maka perilaku masyarakat Indonesia jauh dari budaya ketimuran. Banyak masyarakat yang meniru gaya hidup budaya asing tersebut yang seharusnya budaya itu tidaklah sesuai dengan identitas bangsa dan negara.

Dilansir dari Rough Guides, salah satu web yang menyajikan panduan untuk bepergian ke negara-negara asing bagi para traveler, Indonesia peringkat ke-6 dengan penduduk yang ramah dan ringan tangan. Rough Guides mengumpulkan survey ini dengan melibatkan responden dari pengikut akun jejaring sosial Facebook dan Twitter mereka. Hal ini membuktikan bahwa negara Indonesia mengutamakan budaya akhlak mulia terhadap para pengunjung atau wisatawan yang datang ke Indonesia. Budaya ini harus tetap dilakukan dan jangan sampai hilang, sehingga juga dapat meningkatkan perekonomian dan perkembangan negara.

Dilihat dari segi kesenian yang merupakan salah satu sub budaya, budaya asing masuk dengan membawa berbagai jenis musik, seperti : musik jazz, musik pop, musik rap, musik raggae. Musik-musik ini menyihir masyarakat Indonesia untuk melupakan musik khas Indonesia. Terlihat lebih menarik dan memiliki variasi yang berbeda dengan musik tradisional yang berasal dari Indonesia, tak jarang masyarakat lebih memilih dan menyukai musik budaya asing. Hal yang harus kita lakukan dengan realita ini adalah tetap menjaga dan melestarikan suatu ciri khas musik Indonesia agar tetap eksis serta tetap hidup ditengah-tengah masyarakat.

Masuknya produksi-produksi film luar negeri ke Indonesia merupakan efek globalisasi. Masyarakat dalam negeri lebih menyukai film luar negeri ketimbang produksi dalam negeri. Film luar negeri ditonton oleh ribuan orang dan bahkan berbondong-bondong mengantri lama untuk mendapatkan tiketnya. Sedangkan film karya anak bangsa selalu tersudutkan, padahal hal itu merupakan prestasi yang sangat bagus untuk kemajuan karirnya dimasa yang akan datang. Ini merupakan budaya yang harus diperbaiki dengan lebih medukung film karya anak bangsa daripada film luar negeri.

Maraknya kepingan CD serta DVD baik film maupun musik merupakan salah satu dari sekian banyak dampak negatif dari globalisasi. Dengan teknologi yang canggih, maka akan sangat mudah untuk meduplikat film atau musik asli. Hal ini sangat menyalahi aturan, budaya atau kebiasaan ini tidak baik untuk dilakukan. Ini sering dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di Indonesia sehingga banyak pihak yang dirugikan.

Oleh karena itu, kesimpulan yang dapat kita ambil pada budaya dalam cengkeraman globalisasi ini adalah budaya selalu ber iringan dengan globalisasi. Antara budaya dan globalisasi tak dapat dipisahkan, mereka saling bercengkraman. Terdapat juga budaya yang baik untuk dicontoh dan buruk untuk tidak dicontoh. Perbandingan nya disini ialah budaya asli Indonesia dengan  budaya asing yang masuk ke Indonesia dengan bebasnya karena pengaruh globalisasi. Oleh sebab itu, cerdaslah dalam mengamati setiap perkembangan zaman. Selain itu juga cerdaslah dalam menggunakannya, cerdaslah dalam bergaul, cerdaslah dalam memilah serta memilih mana budaya yang buruk dan mana yang baik untuk kehidupan sehari-hari. Hal ini dilakukan agar tidak terpengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia dan tetap menjunjung tinggi budaya asli Indonesia.

Reporter : Fuad Saleh Madhy

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

KontraS Sumut Akan Gelar Aksi Bela HAM di Tugu Nol Medan

Teropongonline, Medan-Peringati Hari HAM Internasional, Komisi Untuk Orang