Aliansi Umat Islam Minta Bawaslu Netral Dalam Mengawasi Pemilu 2019

Aliansi Umat Islam Minta Bawaslu Netral Dalam Mengawasi Pemilu 2019

- in kabar medan
347
0

Teropongonline, Medan- Aliansi Umat Islam melakukan unjuk rasa di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jalan. H. Adam Malik pada Jum’at (22/3/2019). Massa pada mulanya berkumpul di Masjid Al – Jihad yang terletak di Jalan. Abdullah Lubis untuk kemudian melakukan longmarch menuju Kantor Bawaslu Sumut.

Setelah sampai di depan Kantor Bawaslu Sumut, massa meneriakkan bahwa Bawaslu harus bertindak sebagaimana mestinya dalam pemilu 2019. Fungsi Bawaslu yang bertindak sebagai pengawas harus dijankan sebaik – baiknya dan seadil – adilnya.

” Jangan ada tebang pilih dalam menindak. Siapapun yang melanggar aturan – aturan yang telah ditetapkan KPU harus ditindak. Siapapun dia, darimana pun partainya harus menerima sanksi jika terbukti bersalah,” Kata Ustadz Heriansyah, Pimpinan GNPF Ulama Sumut.

Massa menuntut Bawaslu harus berpihak kepada kebenaran dan keadilan. Jangan jadikan Bawaslu menjadi institusi yang membuat pemilu ini tidak bermartabat dan menjadi macan ompong. Aliansi Umat Islam juga meminta Bawaslu untuk melindungi Kepling (Kepala Lingkungan) sebagai aparatur sipil negara yang paling lemah dan tak berdaya dari intimidasi dan iming – iming yang akan menghancurkan demokrasi yang berdaulat dan bermartabat.

Ustadz Heriansyah selaku salah satu Pimpinan Aksi mengatakan bahwa mengapa Aliansi Umat Islam melakukan aksi penyampaian pendapat secara langsung dikarenakan ada sebuah kekhawatiran intervensi dan intimidasi yang dilakukan pihak – pihak tertentu kepada Bawaslu selaku institusi pengawas pemilu.

” Ada sebuah kekhawatiran yang kita alami. Kita melihat pada pemilu kali ini ialah Presiden melawan Calon Presiden. Nah, salah satu capres ini bisa menggunakan kekuasaannya untuk memobilisasi dan mengintimidasi seluruh lembaga yang berada di dalamnya. Maka dari itu, kita datang kesini untuk mendorong dan mendukung Bawaslu untuk bersikap dan bertindak netral,” Jelasnya.

Sebuah penyesalan, lanjut Ustadz Heriansyah atas kejadian beberapa waktu lalu di Tebing tinggi pada saat peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) bahwa salah satu pejabat Sumatera Utara mengeluarkan pernyataan yang dinilai memprovokasi.

“Iya kita sayangkan pernyataan dari salah satu pejabat di Sumut ini pada saat Harlah NU di Tebing Tinggi beberapa waktu lalu. Dia kan aparat keamanan yang seharusnya tidak mengeluarkan perkataan yang bernilai provokasi dan ada indikasi berpihak ke salah satu kelompok,” Pungkas Ustadz Heriansyah.

Reporter : M. Agung Safari Harahap

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Perbedaan Sakit Kepala Biasa Dengan Vertigo

Teropongonline, Medan-Masih banyak orang yang menganggap semua sakit