Komunitas Pecinta Reptil Medan Unjuk Gigi di Pekan Raya Sumatera Utara

Komunitas Pecinta Reptil Medan Unjuk Gigi di Pekan Raya Sumatera Utara

- in Uncategorized
778
0
salah satu pengunjung yang bermain dengan Ular


Teropongonline,Medan-Komunitas Pecinta Reptil Medan ikut menyemarakkan Pekan Raya Sumatera Utara 2019 dengan membuka stand untuk berfoto bersama salah satu jenis reptil yakni ular pada Rabu, (20/03/19) di Jl. Gatot Subroto No. 238, Medan . Stand ini mulai dibuka pukul 14.00 WIB sore dan bagi pengunjung yang berminat membeli reptil tersebut juga tersedia.

Jenis reptil yang disediakan disini pun bervariasi, mulai dari ular phyton, anaconda dan juga ular biru yang khusus didatangkan dari Pulau Komodo. Di stand komunitas reptil ini juga dipajang kucing dan marmut sebagai pelengkap. Indah Asri Anggraini selaku anggota komunitas reptil mengatakan stand ini mengedukasi pengunjung agar tidak takut dengan ular.

“Stand ini juga mengedukasi pengunjung bahwa kita tidak harus takut kepada ular karena tidak semua ulat berbisa dan mematikan. Ada ular yang saat dia menggigit efek dari gigitannya hanya merasakan gatal-gatal pada area kulit yang digigit dan ada juga ular yang tidak berbisa sama sekali seperti ular phyton,”ujar Indah.

Indah mengimbau agar seharusnya reptil ini terus dibudidayakan dan hilangkan rasa takut. “Jangan takut kepada ular jika tak sengaja bertemu di jalan atau tak sengaja masuk ke rumah kita. Karena ular sebenarnya takut jika melihat manusia. Sebenarnya ular itu tidak akan mengganggu manusia jika kita tidak mengusik mereka ular itu takut jika melihat manusia,” imbaunya.

Tetapi menurut Indah, sulit untuk mengubah pola pemikiran yang semula takut menjadi tidak takut dan itu tidak gampang. “Merubah pola pikir manusia akan ketakutan itu tidak gampang. Mereka selalu mengira ular itu akan menggigit dan mengeluarkan bisa yang mematikan, selain itu juga sering mereka bilang geli dan jijik kalo melihatnya,”pungkas Indah saat diwawancarai Kru Teropong.

Muhammad Heru Sulaiman salah satu pengunjung yang turut memperhatikan stand komunitas reptil mengaku menikmati pertunjukan ular ini tetapi ia merasa geli dan tidak berniat untuk melakukan foto bersama ular. “Saya merasa geli melihat ular yang bergeliat geliat. Iya saya merasa ular itu bisa kapan saja menggit walaupun sebenarnya ular yang di sediakan disini dan untuk berfoto tidak berbisa,”ujar Heru.

Lanjut Heru, ia pun mengutarakan alasannya mengapa tidak ingin foto bersama ular yang tersedia di stand tersebut. “Saya nggak berani foto apalagi megang, geli dan takut juga ngeliatnya,” akui laki-laki yang bekerja di pasar malam PRSU ini.

Reporter : Noverina, Farhan
Editor : Fuad Saleh Madhy

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Efek Terlalu Sering Bergadang Bagi Wanita

Teropongonline, Medan-Idealnya, waktu tidur orang dewasa minimal 7-8