ATM Swalayan Maju Bersama di Medan Denai Kerap Memakan Korban

ATM Swalayan Maju Bersama di Medan Denai Kerap Memakan Korban

- in kabar medan
677
0

Teropongonline, Medan – Masyarakat mengeluhkan pelayanan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) saat penarikan saldo berkurang namun uang tidak keluar. Hal ini terjadi pada ATM yang berlokasi di Swalayan Maju Bersama Jalan Denai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan Minggu, (17/03/19) yang sering mengalami gangguan teknis dalam penarikan dan pengiriman saldo tabungan.

Berdirinya berbagai shelter ATM di beberapa titik keramaian merupakan kebijakan yang diberikan pihak bank kepada masyarakat agar mempermudah transaksi dalam kehidupan sehari-hari. Namun sejauh ini perkembangan shelter ATM yang berada di beberapa pusat keramaian seperti swalayan, minimarket, dan pusat pembelanjaan modern di Kota Medan mengalami kemunduran dari segi keamanan dan pelayanan. Hal ini terlihat dengan banyak kasus praktik kriminal ganjal lubang ATM menggunakan tusuk gigi yang sering dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan tindak kejahatan lainnya seperti perampokan, penipuan dan upaya pembobolan mesin ATM.

Tindakan kejahatan bisa terjadi dimana saja dan dialami oleh siapa saja seperti yang dirasakan oleh Rahmayanti wanita berumur 28 tahun ini. Ia mengaku dirinya dirugikan saat melakukan penarikan di salah satu ATM di sebuah Swalayan dimana ketika ia ingin melakukan penarikan, uang tidak keluar dan saldo rekening miliknya berkurang.

“Awalnya uang direkening saya berjumlah Rp 350.000 dan saya mau ambil uang sejumlah Rp. 300 .000 namun setelah saya tekan tombol oke, uang saya tidak keluar selama tujuh menit. Saya pikir kartu tabungan saya ketelan mesin ATM namun setelah beberapa lama kartunya keluar, uangnya tidak,” ucap Rahmayanti.

Kasus yang menimpah Rahmayanti ini sudah memakan banyak korban dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Menurut informasi yang diperoleh dari Rahmad Hidayat masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tersebut mengatakan bahwa, baik pihak bank dan pihak Swalayan Maju Bersama sama sekali melepas tanggung jawab terhadap permasalahan yang kerap terjadi ini.

“Ini bukan sekali dua kali. Sering kali kejadian hilang barang, penipuan, dan paling sering uang enggak keluar dari ATM padahal saldo bekurang. Ditambah lagi pengamanan dan penjagaan tidak ada,” ungkap Rahmad.

Rahmad juga menambahkan minimnya tingkat keamanan dan ruangan ATM yang tidak terdeteksi oleh CCTV akan memakan korban lebih banyak lagi. “Saya berkata demikian karena saya pernah jadi korban. Saya cek langsung ke ruang kontrol CCTV ternyata CCTV nya mati, rusak sudah berhari-hari enggak ada perbaikan. Masa yang menyediakan tempat CCTV nya bisa rusak. Jadi kalau ada kehilangan dan tindak kejahatan lainnya mau dilacak pakai apa? Inikan aneh,” keluhnya dengan kesal.

Menanggapi keluhan masyarakat yang telah menjadi korban, Manajer Swalayan Maju Berasama Toni Syahputra menjelaskan mengenai keluhan masyarakat bahwa kegagalan transaksi, rusaknya ATM dan masalah lainnya bukan merupakan kesalahan dan tanggung jawab dari Swalayan Maju Bersama. “Maju Bersama hanya menyediakan tempat bukan menanggunglangi keluhan masyarakat. Masalah masyarakat mengatakan kalau ruang ATM tidak terditeksi CCTV itu salah. Kami menyediakan CCTV walaupun kami tahu beberapa hari ini sedang dalam gangguan. Bagi masyarakat yang merasa dirugikan dan butuh infromasi lebih lanjut bisa langsung datang ke ATM resmi bank yang dituju,” jelasnya.

Berdasarkan infromasi tersebut terlihat bahwa kurangnya koordinasi antara pihak bank dan pihak penyedia tempat untuk saling memberikan keamanan dan meningkatkan penjagaan di sekitar lokasi ATM terutama di wilayah yang ramai dan rawan terhadap tindak kejahatan.

Reporter : Emi Faradhisa

Editor : Fuad Saleh Madhy

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

“Hati-Hati di Jalan” Warnai Playlist Warganet Saat Ini

Teropongonline, Medan- Penyanyi tanah air Indonesia, Tulus kembali