KPU dan Kominfo Jalin Kerjasama Sosialisasi Pemilu Damai

KPU dan Kominfo Jalin Kerjasama Sosialisasi Pemilu Damai

- in kabar medan
314
0
KPU dan Kominfo Jalin Kerjasama Sosialisasi Pemilu Damai

Teropongonline,Medan-Komisi Pemilihan Umum (KPU) bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) menggelar workshop yang bertajuk, “Santun Bermedia Sosial untuk Pemilu Damai” di Ruang Aula Serbaguna FISIP USU, Jl Dr.Sofian No.1 Kampus USU Padang Bulan, Medan. Sabtu(16/03/19).

Turut hadir sebagai pemateri workshop, Andoko Darta selaku Asisten Staf Khusus Presiden, Yulhasni SS. M.Si selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Utara dan Dra.Dewi Kurniawati, M.Si.Ph.D selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

Melihat berita yang semakin mudah tersebar keseluruh penjuru terutama melalui media sosial, Andoko Darta mengingatkan bijaklah dalam menggunakannya. Hal tersebut ia katakan guna untuk mengantisipasi agar pengguna tidak termakan berita hoax.

“Banyak berita hoax yang tersebar disosial media. Kebohongan itu disebar oleh orang baik yang kurang pintar. Perlu saya ingatkan kepada teman-teman kalau mau menyebar informasi baca dulu, cari referensinya dulu,”ujar Andoko saat menyampaikan materi workshopnya.

Hal serupa juga dikatakan Yulhasni, ia mengatakan salah satu cara untuk mewujudkan pemilu damai adalah dengan cerdas menggunakan media sosial. “Jika benar-benar serius ingin mewujudkan pemilu damai, maka tempat paling tepat untuk memulainya adalah di media sosial,”katanya.

Kemudian Ketua KPU Sumut ini juga menjelaskan beberapa surat suara yang harus diingat pada saat 17 April 2019 mendatang. “Ada lima surat suara yang akan kita pilih nanti. Surat suara untuk Presiden, DPR RI warna kuning tidak pakai foto hanya nama saja, DPRD Provinsi warna biru, DPRD Kabupaten Kota warna hijau dan hanya surat suara DPD yang memakai foto selain surat suara Presiden & Wakil Presiden,”papar Yulhasni yang juga mantan wartawan ini.

Menanggapi perihal kotak suara yang terbuat dari kardus dan banyak dipermasalahkan, menurutnya masyarakat kurang memahaminya. Yulhasni menjelaskan bahwa kotak suara tersebut sudah teruji dan beberapa kali juga sudah digunakan pada pemilu sebelumnya. “Kotak suara kardus ini sudah kita uji ketahanannya. Sebelumnya juga sudah pernah dipakai pada tahun 2014, 2015 dan 2017,” jelasnya.

Sekali lagi Yulhasni menegaskan kepada peserta workshop bahwa untuk hati-hati dalam memilih informasi dikarenakan banyak perihal informasi pemilu saat ini yang hoax. “Hati-hatilah dengan judul provokatif, berita hoax kerap kali dibumbui dengan judul yang sensasional demi menarik minat pembaca. Cermati dan amati situs sumber berita. Apabila situs belum terverifikasi oleh institusi pers resmi informasinya rentan akan hoax. Cek hasil foto dan video banyak sekarang foto dan video di manipulasi, di photoshop,”tegasnya.

Begitu juga dengan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP USU Dewi Kurniawati, berbicara mengenai generasi millenial ia mengimbau millenial untuk pintar dalam berliterasi media. “Perkembangan media sosial di Indonesia mencapai sekitar 43.400 aplikasi pada saat ini, namun yang terdaftar di Dewan Pers hanya 243 aplikasi saja. Bijak dan pintarlah berliterasi di media sosial,”pungkasnya.

Workshop ini juga dihadiri oleh Dr.Muryanto Amin, S.Sos, M.Si selaku Dekan FISIP USU, Dra.Siti Meiningsih, M.Sc selaku Direktur Pengelolaan Media Kemkominfo serta ratusan peserta yang hadir dalam workshop ini.

Reporter : Mahdarafsanjani
Editor : Fuad Saleh Madhi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

“Hati-Hati di Jalan” Warnai Playlist Warganet Saat Ini

Teropongonline, Medan- Penyanyi tanah air Indonesia, Tulus kembali