Media Online Miliki Peran Penting Terhadap Citra Kota Medan

Media Online Miliki Peran Penting Terhadap Citra Kota Medan

- in Kabar Kampus, kabar medan
352
0
Media Online Miliki Peran Penting Terhadap Citra Kota Medan

Teropongonline,Medan-Di zaman yang semakin canggih, media online kian memiliki peranan penting dalam peningkatan citra sebuah kota, misalnya Medan. Segala informasi dapat diakses secara cepat di seluruh penjuru. Baik buruknya suatu daerah, khalayak ramai akan tahu dalam hitungan detik melalui media online atau biasa disebut dengan media sosial. Sabtu, (16/02/19)

Pada saat seminar literasi media yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (HMJ IKO FISIP UMSU) hadir beberapa pemateri. Salah satunya Kepala Dinas Pariwisata Medan Agus Supriyono.

Ia menjelaskan betapa pentingnya peran media online dalam sudut pandang mengeksplor pariwisata yang ada di Kota Medan. “Kalau kita cerita sosial media untuk parawisata, itu kita cerita yang baik-baiknya bukan cerita yang buruk-buruk. Misalnya, kita perkenalkan destinasi wisata Sumut kepada penikmat sosial media,”jelasnya saat menyampaikan materi.

Lanjutnya lagi, walaupun seperti itu ada juga pengguna media sosial yang menyebarkan informasi buruk tentang Medan. Hal tersebut katanya, memang berguna untuk kesadaran diri kita ikut andil dalam mewujudkan Medan menjadi lebih baik lagi.

“Walau yang buruk itu memang ada seperti misalnya, pengguna media sosial yang menceritakan hal-hal negatif yang terjadi di Kota Medan. Bukan berarti dia menyebar hoax tetapi ia cerita fakta yang terjadi dilapangan dan yang terjadi di ruang publik bukan ruang pribadi. Jadi itu bukan untuk ditutup-tutupi melainkan untuk dirubah,” ujarnya dihadapan ratusan peserta seminar.

Berbeda dengan praktisi Jurnalis yang berasal dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Wahyuni yang juga menjadi pemateri dalam seminar ini. Ia memaparkan sedikit tentang perbedaan media online dengan media pers. Menurutnya ada banyak perbedaan yang mendasar terhadap keduanya.

“Kalau media online itu komunikasinya bisa siapa saja tetapi kalau pers itu ada wartawannya. Kemudian pers juga ada pertanggungjawabannya serta aturannya jelas, sedangkan media online atau sosial itu sama sekali tidak ada dan tidak jelas aturannya,”paparnya.

Lanjutnya ia juga mengatakan siapapun wartawan yang akan melakukan penulisan itu harus ikut standart Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Sementara media sosial itu sama sekali tidak ada KEJnya. “Kode itu acuan pers, kalau media sosial dia bisa ngomong dan share apa saja tapi mereka juga mengacu pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik,”katanya.

Seminar berjalan dengan baik dan interaktif, terbukti terjalinnya komunikasi dua arah antara pemateri dan peserta seminar. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan salah satu diantaranya Dinayu Maghfira Mahasiswi FISIP UMSU, ia mengajukan pertanyaan kepada Wahyuni perihal media yang mempunyai legalitas dalam hal pemberitaan.

Lantas, Wahyuni langsung menjawab pertanyaan tersebut. Ia mengatakan media yang diakui dan memiliki payung hukumlah yang legalitasnya jelas dalam pemberitaan. “Media yang layak dikonsumsi itu media yang mempunyai wartawan serta memiliki pelindung dan Media seperti inilah yang diakui oleh Undang-Undang Pers No 40 Tahun 1999,”jawabnya dengan jelas.

Diakhir acara, HMJ IKO FISIP UMSU memberikan cendramata berupa ucapan terima kasih kepada para pemateri. Kemudian, foto bersama dengan pantia dan seluruh peserta yang hadir dalam acara seminar ini.

Reporter : Nanda, Irfan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sudut Pandang Mahasiswa Terhadap Privilege dari Good Looking

Teropongonline, Medan – Berpenampilan menarik saat ini kerap