Psikolog : Hedonisme Pemicu Prostitusi Online

Psikolog : Hedonisme Pemicu Prostitusi Online

- in Kabar Kampus, kabar medan
491
0

Teropongonline, Medan – Dra. Irna Minauli M.Si  Psikolog Human Sexuality menilai akibat kemajuan teknologi dapat lebih memudahkan mucikari melakukan aksi Prostitusi secara online.Selasa(22/01/19)

Tidak dipungkiri lagi kecanggihan teknologi dapat memudahkan mucikari menjajahkan pekerja seks komersial (PSK) kepada penggunanya. Pada dasarnya kecenderungan Hedonis pemicu Prostitusi Online artinya mereka cenderung memiliki gaya hidup yang melampaui kemampuannya.

Selaku Psikolog Human Sexuality Dra. Irna Minauli M.Si mengatakan, bukan faktor ekonomi yang membuat maraknya Prostitusi Online tetapi lebih gaya hidup pelakunya. Senin (21/01/2018).

“Kalau dikatakan mereka yang memiliki gaji Rp. 3 juta perbulan sudah cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari, tapi ketika mereka yang memiliki gaya hidup Hedonis harga tas nya Rp. 5 juta itu tidak cukup. Jadi tidak secara ekonomi tapi lebih gaya hidup,”katanya.

Kasus Human Trafficking tidak semua pada intention pelakunya tetapi karna keterpaksaan, pelaku PSK yang dilakukan dengan keterpaksaan melakukan prostitusi dapat mengalami Post-Traumatic Stress Disorder jadi mereka mengalami gangguan stress pasca trauma dan paling banyak mengalami depresi.

“Kekerasan yang dialami PSK mencapai 32 sampai 55%  jadi nyaris separu PSK itu pernah mengalami kekerasan akibat keterpaksaan prostitusi dan itu yang memperparah kondisi kejiwaan mereka,” jelas Psikolog Human Sexuality tersebut.

Pada dasarnya orang melakukan sesuatu untuk mendapatkan reward kesenangan dari perbuatannya, melihat adanya Prostitusi Online yang kian menjamur Dra. Irna Minauli M.Si  selaku Psikolog Human Sexuality sekaligus dosen Universitas Medan Area (UMA) tersebut memaparkan perlu ada Psikoedukasi masyarakat terhadap Prostitusi Online.

“Masyarakat perlu diberi Psikoedukasi bahwa jangan cuman melihat masalah dari kesenangannya saja akan Prostitusi Online, tetapi dilihat dampak yang mungkin muncul terutama penyakit HIV/AIDS yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Dengan adanya Psikoedukasi ketika orang di ingatkan dengan kasus-kasus HIV/AIDS mungkin bisa menajdi satu proses belajar, jadi misalnya biasa di psikolog disebut Vicarious learning, artinya orang belajar melalui dengan melihat apa yang terjadi pada orang lain. Jadi ketika dia melihat teman nya melakukan Prostitusi mengalami kena penyakit, jadi itu menjadi satu proses untuk dia untuk tidak mengikuti jejaknya,”tutup Irna Minauli.

Reporter: Yurika Febrianti

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Mahasiswa Langgar Aturan Merokok di Kampus

Teropongonline, Medan-Terlihat dua orang mahasiswa yang sedang merokok