Pengunduran Diri Edy Rahmayadi dan Munculnya Nama Ahok

Pengunduran Diri Edy Rahmayadi dan Munculnya Nama Ahok

- in Kabar Kampus, kabar medan
458
0
Sumber Foto : Tempo

Teropongonline, Medan – Ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi resmi menyatakan mengundurkan diri ketika menyampaikan pidato saat Kongres tahunan PSSI di Nusa Dua Bali, Minggu (20/01/2019).

Menanggapi hal itu, Pengamat Sepakbola Sumatera Utara Rahmad Nur Lubis mengatakan bahwa ada beberapa hal yang patut  dikhawatirkan ke depan pasca mundurnya Edy Rahmayadi sebagai Ketum PSSI.

“Salah satunya adalah format liga. Kita tahu setiap Ketua umum PSSI berganti maka otomatis format liga pun berubah. Saat ini kita lihat Piala Indonesia saja gak jelas jadwalnya. Kick off liga dari tahun ke tahun gak pernah tepat waktu,” katanya.

Selanjutnya, Kata Rahmad adalah persoalan proses lebih lanjut Satgas Anti Mafia Bola. Dirinya menilai bahwa Edy adalah orang yang paling serius menangani persoalan ini. Edy yang dinilai masih orang baru di tubuh PSSI cenderung memiliki semangat untuk merubah PSSI menjadi federasi yang bersih.

“Kita bisa lihat orang – orang PSSI yang lainnya itu adalah orang lama. Selama ini yang meyakinkan dan memberikan ruang sebesar – besarnya kepada Satgas Anti Mafia Bola untuk mengusut semuanya ini adalah Edy. Dengan mundurnya beliau dikhawatirkan juga proses ini akan terhambat bahkan bisa jadi terhenti,” jelas Rahmad yang juga mantan Wartawan Olahraga ini.

Terkait munculnya nama Ahok yang digadang – gadang menjadi pengganti Edy Rahmayadi ia mengatakan bisa saja hal itu terjadi. Namun, jika memang benar maka tentu PSSI akan kembali kental dengan aroma politik. Munculnya nama Ahok untuk menggantikan Edy Rahmayadi berasal dari komentar para netizen pasca kegagalan Tim Nasional U-16 lolos ke piala dunia beberapa bulan lalu.

Pun begitu, Rahmad tetap mengapresiasi mundunya Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI. Menurutnya ini mungkin telah menjadi keputusan terbaiknya.

“Ya tentu harus tetap kita apresiasi. Akan tetapi yang sedikit kita sayangkan memang persoalan Satgas Anti Mafia Bola ini. Maunya Edy bertahan dahulu sampai Satgas Anti Mafia Bola ini berhasil mengusut tuntas kasus pengaturan skor yang banyak terjadi di kompetisi, baru beliau meletakkan jabatannya,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum Psms Fans Club (PFC) Ahmad Zulfan Harahap yang mengatakan bahwa harus menghormati keputusan yang telah diambil oleh Edy Rahmayadi.

” Agak terkejut juga dengan berita ini. Tapi kita juga harus menghormati keputusannya. Karena memang seharusnya Pak Edy melepas Jabatan Ketum PSSI setelah menjadi Gubernur Sumut. Semoga dengan mundurnya Pak Edy dari Ketum PSSI beliau dapat fokus mengurusi PSMS yang sedang babak belur ini,” ungkapnya.

Edy menyerahkan kepemimpinan PSSI kepada Wakilnya Joko Driyono dengan menyerahkan bendera PSSI secara simbolis.

Reporter : Agung Harahap

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

9 Urutan Negara dengan Jumlah Penduduk Terbesar di Dunia

Teropongonline, Medan-Jumlah penduduk dunia saat ini (2021) diperkirakan mencapai