Posisi Menentukan Hasil Foto Jurnalistik

Posisi Menentukan Hasil Foto Jurnalistik

- in Kabar Kampus, kabar medan
329
0

Teropongonline, Medan – Pelatihan singkat jurnalistik yang diadakan oleh Perum LKBN ANTARA Sumut memasuki pertemuan kedua pada Kamis, (17/01/19) di Jalan Raden Saleh No.5 Medan. Foto jurnalistik menjadi topik utama dalam pertemuan ini.

Selaku pemateri Irsan Mulyadi menjelaskan pentingnya posisi saat mengambil sebuah foto jurnalistik. “Posisi menentukan visual, kita bisa dapat gambar baik atau tidak itu berdasarkan posisi kita,”jelasnya.

Apalagi katanya pada saat meliput aksi unjuk rasa, posisi sangat menentukan. Ada kalanya dalam pengambilan posisi unjuk rasa harus dalam posisi aman juga. “Tidak ada foto se-mahal nyawa, cari posisi aman seperti berlindung dibelakang aparat keamanan atau yang lainnya,”kata Irsan.

Kejujuran dan konsistensi dalam dunia fotografer itu diperlukan. Selain itu juga Irsan mengaku menjadi fotografer itu asyik tetapi harus bertanggung jawab. “Konsistensi untuk terus foto itu harus dilakukan. Foto harus memiliki daya kejut agar para pesan yang tersirat dalam foto sampai kepada audience. Bertanggung jawab apalagi, ya harus,”ujarnya.

Fotografer senior ini mengingatkan dalam foto jurnalistik menghilangkan suatu objek dalam gambar dengan aplikasi edit foto adalah tindakan haram. Karena hal tersebut menghilangkan estetika dari foto tersebut.

Jurnalisme Multimedia Akan Jadi Primadona

Di zaman milenial, kini pewarta harus dituntut untuk serba bisa. Perkembangan multimedia sangat pesat, diantaranya harus dapat mengambil foto, menulis berita dan video. Semua itu berkombinasi menjadi satu didalam multimedia.

“Jadi multi itu berarti banyak. Media ada foto, teks, suara dan video. Nah, multimedia itu gabungan kombinasi antara itu semua sebagai pendukung untuk mencapai tujuannya yaitu menyampaikan informasi,”ujar Septianda Perdana selaku pemateri kedua fotografi.

Menurut Asep sapaan akrabnya, sekarang ini sudah zamannya konvergensi media. Multimedia juga sudah turut diperlombakan dalam ajang foto nasional.

“Diportal kita, konvergensi media itu ada satu link foto teks dan video. Media mainstream sudah memasuki di era multimedia juga. Jadi nanti adik-adik sekalian bisa melihat produk kita tersebut di web,”ujar Asep

Irsan Mulyadi juga menambahkan bahwa multimedia merupakan fashion baru dalam foto jurnalistik. Pola yang dipakai banyak video atau foto tidak pakem, dan biasanya itu satu rangkaian.

“Memang sekarang multimedia belum menjadi primadona. Tapi sebentar lagi multimedia akan berada dilevel primadona nya,”tambah Irsan.

Sebelumnya pada Selasa (15/01/19), para peserta diberi pelatihan penulisan berita oleh pewarta Antara Evalisa Siregar. Adapun peserta dalam pelatihan ini berasal dari mahasiswa-mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Medan Area).

Reporter : Fuad Saleh Madhy

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

“Hati-Hati di Jalan” Warnai Playlist Warganet Saat Ini

Teropongonline, Medan- Penyanyi tanah air Indonesia, Tulus kembali