Narasi Danau Toba, Upaya Mewujudkan Danau Toba Menuju Bali Kedua

Narasi Danau Toba, Upaya Mewujudkan Danau Toba Menuju Bali Kedua

- in Kabar Kampus, kabar medan
306
0

Teropong.online, Medan – Forum Jurnalis Pariwisata (Forlispar) Sumatera Utara pada Kamis (13/12/2018) menggelar seminar bertajuk “Narasi Danau Toba” bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata di Grand Aston City Hall, Jalan. Balaikota, Medan. 


Pemerhati kebudayaan, Bersihar Lubis yang bertindak sebagai narasumber dalam acara ini banyak memberikan kritik terhadap Festival Danau Toba (FDT) yang berlangsung beberapa hari lalu.


” Sebaiknya para birokrat minggir saja mengurus FDT. Lalu, serahkan saja kepada kalangan swasta. Tentu saja dilakukan dengan pelelangan dengan memberikan hak konsesi tertentu kepada pemenangnya. Pariwisata memang berada di domain ekonomi bisnis. Pebisnis lebih paham menjual sebuah event ketimbang birokrat. Mereka tahu apa yang layak jual dan yang tidak. Mereka juga punya networking,” Jelas pria paruh baya yang juga bertindak sebagai Pemimpin Redaksi Harian Medan Bisnis ini.


Kedua, lanjut Bersihar sebaiknya FDT dipusatkan di Parapat dengan jadwal menetap yang mempunyai fasilitas lebih lengkap. Jadwal menetap ini penting untuk memudahkan kalangan biro perjalanan maupun perhotelan menjualnya sejak dini ke luar negeri.


Ketiga, sarana jalan menuju ke lokasi harus mulus. Jangan seperti FDT di Dairi, ada 10 km jalan sebelum mencapai desa silalahi penuh lubang – lubang serta rerumputan lebat di kanan – kiri bahu jalan.
Bersihar memaparkan kalau di Parapat, jalan relatif memadai meski sebaiknya dibangun jalan tol agar para turis tak lelah di perjalanan. Ia membandingkannya dengan sekarang ini yang masih butuh waktu 5 jam dari Kota Medan untuk tiba di Parapat. Dengan jalan tol, cukup hanya 2 jam.


Yang terakhir, dirinya mengatakan bahwa bagaimana agar panitia FDT berkolaborasi dengan masyarakat yang memiliki event tahunan. 
Di lain sisi, Fikarwin Zuska dengan nada tegas mengatakan bahwa Danau Toba adalah salah satu warisan dunia yang wajib diziarahi oleh penduduk bumi sebab Danau Toba sudah ada sejak 70.000 tahun silam. 


” Jangan mati dulu sebelum datang ke Danau Toba. Para millenial juga harus mempunyai cara tersendiri untuk mempromosikan Danau Toba beserta budaya yang terkandung di dalam dan di kalangan masyarakat sekitarnya,” Ungkap Fikarwin.

Reporter: Agung Safari Harahap.

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

7 Tips Mengerjakan Skripsi Agar Lulus Tepat Waktu

Teropongonline, Medan-Memulai skripsi dengan persiapan dapat menghasilkan skripsi