Hari Menanam Pohon Nasional, Ini dia 7 Filosofi nya

Hari Menanam Pohon Nasional, Ini dia 7 Filosofi nya

- in Artikel, Dunia Sastra
392
0

Teropongonline, Medan – Hallo Sobat Pongpong, sudah tahu kan pada tanggal 28 november 2018 , yang jatuh pada hari rabu kemarin diperingati sebagai hari menanam pohon nasional , hal itu berdasarkan keputusan Presiden RI Ke enam yaitu Susilo Bambang Yudhoyono, Bertempat di areal Pusat Penelitian Limnologi LIPI, Cibinong , SBY dan Ibu Negara waktu itu menanam Nyamplung (Calophyllum inophyllum L), dan menanam Sukun (Artocarpus Communis), sebagai tanda dimulainya penanaman serentak 100 juta pohon untuk tahun 2008 diseluruh Indonesia.

Selain menjadikan 28 November sebagai hari menanam , SBY juga menjadikan Desember sebagai bulan menanam Nasional,  Penetapannya dituangkan dalam Keputusan Presiden Indonesia No.24 Tahun 2008 tentang Hari Menanam Pohon Indonesia.

Nah Sobat pongpong , Selain berguna untuk mengantisipasi perubahan iklim global, degradasi dan deforetasi hutan dan lahan serta kerusakan lingkungan yang mengakibatkan penuruan produktivitas alam dan kelestarian lingkungan , Pohon juga mempunyai  beberapa filosofi yang mengarah pada kehidupan manusia , kita sebagai manusia tentu dibekali akal dan pikiran untuk menentukan mana yang baik dan buruk untuk kehidupan kita , Tuhan juga menciptakan alam semesta tidak kosong melompong , tuhan sangat adil dengan semesta dan seluruh isinya,.

Dalam Kehidupan ada banyak kejadian dan peristiwa yang dapat kita analogikan dengan benda atau yang lainnya , salah satu nya adalah dengan pohon, sebagian dari kita mungkin  berpikir bahwa pohon memiliki dua warna saja yaitu hijau dan coklat ,pohon yang menjulang tinggi , dan kalau diperhatikan pohon terkesan biasa saja dan tidak ada keistimewaannya.  Namun , ada makna dan filosofi dibalik keberadaannya sobat pongpong. Mau tau kan ??? ini dia 7 Filosofi Pohon yang akan segera kita ketahui

1.Pohon yang rindang , dalam kehidupan kita sobat pongpong hendaknya berguna dan memberi manfaat bagi orang lain , daripada lebih mengandalkan prestasi.

2. pohon yang tinggi namun tidak mengayomi karena kurang rindang, ada yang mengejar prestasi tinggi semata. Namun ada orang yang terkesan biasa tapi justru bermanfaat bagi sesama.jadilah orang ya sederhana ya sobat

3.Pohon tinggi cenderung sedikit yang berteduh dibawahnya. Kalau kita nggak memberi manfaat pada sesama, maka akan sedikit pula orang yang berada di sekitar kita. Sama halnya orang yang hanya mengejar prestasi semata namun kurang memberi manfaat. Berprestasi boleh sobat tapi kita juga harus memberi manfaat ya.

4.Jangan terkecoh dengan pohon yang tinggi walaupun dari jauh terlihat menjulang , Tapi setelah didekati biasa saja. Jika dianalogikan dalam hidup, walaupun kalian punya segudang penghargaan kalau nggak berguna tetap saja akan dipandang sebagai pengejar piala dan penghargaan. Dan manfaatnya kurang terasa.

5.Pohon yang mudah dipetik adalah pohon yang pendek, Sederhananya, orang yang bermanfaat akan mudah memberi bantuan kepada sesama yang membutuhkan.

6.Orang lebih suka memanjat di pohon yang tak begitu tinggi ketimbang pohon yang menjulang.artinya, menjadi orang biasa saja lebih mudah akrab dan bergaul dengan orang lain. Dibandingkan dengan mereka yang menjadi sombong karena mengejar prestasi dan susah diajak bergaul.

7.Nah sobat pongpong yang paling penting jadilah pohon yang tinggi sekaligus rindang. Artinya, walaupun sobat mempunyai prestasi tinggi dan kesuksesan, sobat tetap bersahaja dan memberi manfaat kepada sesama.

Itu dia tujuh filosofi pohon yang dapat kita jadikan contoh untuk kehidupan kita, semoga kita adalah orang-orang yang terus bersyukur dan tentunya dapat berbuat lebih baik lagi.

Oleh : Nofia Rizki Sitorus

 

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

5 Website Kursus Online Gratis Bersertifikat

Teropongonline, Medan-Kursus online semakin menjadi andalan untuk meningkatkan keahlian dan