Generasi Millenials Harus Tingkatkan Identitas Hakiki

Generasi Millenials Harus Tingkatkan Identitas Hakiki

- in Kabar Kampus, kabar medan
395
0
Back To Muslimah Identity (BMI- Community) gelar BMI Community Gathering dengan mengusung tema, "Millenials: Energizer Kebangkitan Islam"

Teropongonline, Medan – Back To Muslimah Identity (BMI- Community) gelar BMI Community Gathering dengan mengusung tema, “Millenials: Energizer Kebangkitan Islam” pada Minggu, (25/11/18). Kegiatan ini diadakan di Gedung Grand Ocean Lantai II Jalan Cemara Asri, Medan.

Tujuan digelarnya acara ini yaitu untuk mengingatkan generasi millenials dalam menegaskan identitas hakikinya ditengah teknologi yang semakin terus berkembang. Selain itu harus mampu menaklukan dunia dengan memiliki cita-cita yang besar dan siap berjuang demi kebangkitan islam. Kegiatan ini diikuti oleh 500 lebih seluruh aktivis akhwat dari beberapa organisasi kampus, akademisi dan mahasiswi se- kota Medan lainnya.

Dalam sambutannya, selaku Koordinator BMI Community Sumatera Utara Puput Ariantika, S.T mengatakan alasannya dibuat kegiatan gathering ini, “Pada zaman ini, zaman revolusi 4.0 yang dikenal dengan zaman millenials memiliki 90 juta orang kreatif yang berpotensi mampu menghasilkan kerusakan masyarakat yang terpapar radikal sekuler. BMI Community hadir dalam memaparkan kaffah khilafah, untuk meningkatkan potensi besarnya kebangkitan islam dan menjadi duta islam politik yang dengan lantang menyuarakan kebenaran dakwah serta siap menyongsong kemenangan islam yang semakin dekat yaitu dengan tegaknya dakwah khilafah islam dengan cerdas dan tanpa kekerasan,” katanya.

Gathering Millenials Energizer yang digelar oleh BMI Community ini mendatangkan pemateri-pemateri penting yaitu Charuinnisa Brahmawati, S. Pd, Ria Nurvika Ginting, S.H, M.H dan Ervina Nur Cahaya S.Pd.

Menurut salah satu pemateri Chairunnisa Brahmawati, S.Pd, islam harus bangkit secara hakiki di era ini, “Kebangkitan hakiki adalah kebangkitan secara islam. Teknologi lahir harusnya memajukan manusia bukan untuk menindas dan mendzolimi manusia. Maka haruslah kita bersama sama, menggunakan teknologi, berinovasi untuk kepentingan bersama,” ujar Chairunnisa.

Selanjutnya Ria Nurvika Ginting, S.H, M.H menambahkan bahwa generasi millenials memiliki sifat mudah menerima ide ide baru serta lebih kreatif dalam menciptakan inovasi. Untuk itulah mengembangkan kompetisi diri dengan baik di era digital. Generasi millenials intelektual harus menggunakan teknologi sebagai media dakwah untuk kepentingan bersama.

“Islam mengajarkan jangan menjadi genarasi remah-remah kapitalis yang justru menghadang kebangkitan islam. Jadilah generasi maju di jalan islam. Ciptakan teknologi sebagai media dakwah. Isi dengan hal hal yang positif yang berguna bagi diri, dan orang lain,”kata Ria selaku pemateri kedua.

Duta politik islam merupakan tugas kaum mudah untuk melakukan dakwah agar ideologi islam dapat di tegakkan, Erfina Nur Cahaya, S.Pd selaku pemateri ketiga membahasnya dalam aturan islamia menyebar ke seluruh dunia dan alam bahwa media dan kecanggihan teknologi mempunyai peran penting untuk memperkuat dakwah islam.
.
“Alat-alat teknologi yang tercipta dan digunakan namun tidak sesuai dengan syariat islam merupakan kesalahan bagi pengguna dan penciptanya. Gunakanlah dalam hal dakwah, agar dapat menegakkan peradaban ideologi islam,” ungkapnya.

Moja Rosita salah satu peserta yang hadir, mengapresiasi acara yang menggugah semangat dan kesadaran para kaum muda tentang nilai dan syariat islam. Ia berharap agar kegiatan ini dapat terlaksana secara rutin sebagai alat untuk membentuk pola pikir yang baik tentang islam.

“Semoga kegiatan yang bermanfaat seperti ini bisa terus dilakukan untuk selanjutnya agar dapat menginspirasi masyarakat banyak,”harapnya

Reporter : Emi Faradisha , Widya Mega Lestari , Intan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Tersingkir di UCL, Barcelona Resmi Turun Kasta

Teropongonline, Medan-Barcelona dipastikan terdepak dari Liga Champions musim