Raja Es Cendol Berbagi Tips Sukses Berbisnis

Raja Es Cendol Berbagi Tips Sukses Berbisnis

- in Kabar Kampus
582
0

Teropongonline, Medan – CEO PT Randol Visi Utama Danu Sofwan berbagi tips sukses berbisnis dalam seminarnya. Sampai sekarang usaha Danu tercatat sudah memiliki 800 outlet es cendol yang tersebar di Indonesia.Kamis, (08/11/18).

Pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat ini memulai usahanya dengan jatuh bangun tetapi tidak pernah membuat ia menyerah apalagi putus asa. Keterbatasan pengalaman membuatnya beberapa kali tertipu ketika ia memilih berjualan sepatu. Demi menyambung hidup keluarganya, Danu juga pernah mengamen, menjadi supir dan menjadi kuli pasir, peruntungannya mulai cerah ketika memulai usaha cendol.

Randol merupakan singkatan dari Raja Cendol. Motivasi pantang menyerah yang melekat dalam dirinya selalu kuat ia tanamkan. “Setiap diri kita harus mempunyai dorongan yang kuat untuk apa kita bahagia, untuk apa kita membahagiakan, untuk siapa kita sukses. Kita harus persiapkan masa depan sematang mungkin dengan terus mencoba walaupun gagal berulang kali,”kata Danu.

Menurutnya entrepreneur muda di Indonesia bagus semakin banyak bermunculan tapi ia rasa mentalnya kurang tangguh dalam menjalankan usahanya. “Saya rasa entrepreneur muda sekarang ini mentalnya boleh dibilang kurang tangguh dan saya selalu punya rumus yaitu EPIK (evaluasi, perbaiki, intropeksi dan komunikasi) untuk tetap menjaga mental saya,”ucapnya.

Berhubung nama usahanya Randol (Raja Cendol) Danu membuat sistem struktural dari usahanya berbasis kerajaan. Didalam usahanya ia memiliki 60 karyawan yang rata-rata adalah anak yatim.

“Konsep bisnis yang saya buat dalam usaha ini berbasis kerajaan dan memiliki 60 karyawan yang rata-ratanya adalah anak yatim. Jadi seperti contoh outlet mitra kami ada di Jayapura, Samarinda, Lombok dan lain sebagainya kita menyebutnya panglima. Kalau penjual disebut prajurit, tim kita juga ada senopati, adipati dan saya disebut baginda,”kata CEO PT Randol Visi Utama itu.

Menjadi entrepreneur dapat membantu perekenomian negara menjadi lebih baik. Sebab lowongan pekerjaan tak selalu terbuka, pengangguran semakin merebak jumlahnya. Menjadi orang yang memiliki value (nilai) lebih dipilih CEO PT Randol Visi Utama ini ketimbang berprestasi. Karena hal tersebut dapat memberikan kontribusi lebih terhadap kesejahteraan masyarakat luas.

“Enaknya jadi entrepreneur itu kita bisa dengan sendirinya memberikan kontribusi terhadap lingkungan sekitar, pemberdayaan sumber daya manusia dan menciptakan lapangan pekerjaan. Jadilah orang yang memiliki value yang berarti berkontribusi untuk orang banyak,”ujar anak ketiga dari empat bersaudara ini.

Danu juga menjelaskan bahwa senjata utama dalam berbisnis adalah menyiapkan strategi marketing. Menekankan kreativitas dan inovasi dalam yang menarik agar dapat bersaing dengan produk lain yang ada di pasaran.

“Segmentasi pasar pastinya harus jelas, buat sistem yang sesuai serta standariasi produk yang kuat agar nantinya bisa terus berkembang. Sekali saya ingatkan buat maindshet jangan sekedar mencari uang, karena membangun bisnis itu memikirkan bagaimana cara menjadikan usaha tersebut berkelanjutan,”tegasnya.

Entrepeneurship adalah bagaimana kita mendesain masa depan gimana caranya membangun. Kalau ingin menjadi seorang pengusaha berikut ini pemaparan Danu mengenai penyakit yang harus dihindari jika ingin menjadi seorang pengusaha.

“Yang pertama itu ‘kutukan’ kurang pengetahuan. Jadi kita harus mencari pengetahuan sebanyak mungkin. Kedua ‘kudisan’ kurang disiplin anget angetan, yang dimana labil dan semangat pengusahanya hanya di awal saja. Selanjutnya ‘kremian’ kurang ilmu ih ada aja yang disalahkan, sering nyalahin keadaan, nyalahin orang. Ini bahaya banget ini harus evaluasi kenapa salah dan kita harus tau siapa target pasar, ada apa dengan produk kita,”paparnya.

Dalam berbisnis Danu menekankan pentingnya kreativitas dan inovatif. Demi terkenalnya cendol ini, Danu membuat menu-menu yang namanya cukup nyeleneh. Hal itu dilakukannya untuk menarik minat konsumen terhadap es cendolnya.

“Ada alpundol (alpukat cendol), si andol (isi astor cendol), si bondol (isi bulat oreo cendol), sundel bolong (tiramisu pake cendol boleh dong) dan kejendol (keju es cendol). Nama-nama nyeleneh ini kami ganti selama tiga bulan sekali agar konsumen tidak terlihat bosan dengan produk kami”,bebernya

Ia berpesan kepada peserta dan semua yang hadir untuk tetap menjadi orang yang terbuka dan jangan pernah merasa dirinya itu hebat. “Jangan jadi orang tertutup kita harus terbuka, jangan merasa hebat, jadilah orang yang selalu merasa bodoh, karena hal itu yang bisa membuat diri kita berubah. Bukan hanya menjadi pengusaha doang ya tetapi jadi apapun kita agar mau untuk terus belajar supaya selalu dapat mengembangkan kapasitas dan kemampuan kita,”tuturnya.

Reporter : Fuad Saleh Madhy

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

PK IMM FEB UMSU Laksanakan DAD

Teropongonline, Medan-Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)