Pro Kontra Revolusi Industri 4.0, Komunitas Back To Muslim Identity Gelar Diskusi .

Pro Kontra Revolusi Industri 4.0, Komunitas Back To Muslim Identity Gelar Diskusi .

- in Kabar Kampus
440
0

Teropongonline, Medan – Komunitas Back To Muslim Identity melakukan diskusi revolusi industri 4.0 yang bertempat di Masjid Taqwa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Jum’at (09/11/18).

Diskusi rutin komunitas Back To Muslim Identity kali ini mengusung tema revolusi industri 4.0 , didasari karena revolusi industri 4.0 selalu digencarkan pada saat ini. Selain itu, banyaknya seminar yang mengangkat tema revolusi industri 4.0 juga menjadi bahan pertimbangan yang menimbulkan keinginan komunitas ini untuk mengangkatnya sebagai bahan diskusi didalam forum mingguan mereka.

“Karena disetiap kampus sedang gencar – gencarnya membahas perihal revolusi industri 4.0 ini begitu juga pihak kampus memikirkan cara mengatasi revolusi industri 4.0 ini,” Ucap Hijrah selaku Moderator.

Dalam diskusi tersebut Moderator mengatakan akankah revolusi industri 4.0 mendapatkan hal hal positif bagi negara ini atau hanya akan mendatangkan dampak negatif saja.

” Revolusi industri 4.0 akankah berdampak baik bagi kita atau malah berdampak buruk? serta bisakah membantu membangun ekonomi kita?,” Ujar Hijrah.
.
Dalam diskusi banyak dijelaskan harusnya revolusi industri ini mendatangkan dampak positif¬† seperti tujuan utamanya yang mengikuti Roma yang berhasil memajukan Negaranya dengan menerapkan teori revolusi industri. Salah seorang peserta diskusi, Anggi yang merupakan Mahasiswi jurusan Matematika Unimed inipun menjelaskan bahwa sebenarnya pemerintah Indonesia ingin mencontoh Roma yang berhasil menerapkan revolusi industri,” Tutur Mahasiswi Unimed tersebut.

Revolusi industri 4.0 membawa pro dan kontra, Revolusi industri 4.0 ini membawa banyak hal positif seperti mudahnya mendapatkan data dan informasi serta memudahkan kita berkomunikasi dan banyak hal – hal lainnya.

“Data informasi yg diharapkan kedepannya bisa sangat mudah serta memudahkan kita menjalin komunikasi,” Ujar Ervina yang juga salah satu peserta diskusi.

Bukan hanya hal positif, revolusi industri 4.0 ini pun mendatangkan banyak hal negatif seperti Mahasiswa menjadi Kapitalis karena Negara lebih mengutamakan mencari uang dan mengesampingkan kepentingan umatnya.

“Memperparah kondisi umat dan Mahasiswa menjadi kapitalis, karena tujuan negara hanya mencari uang dan uang,” Tambahnya.

Selain itu, Ilmi yang merupakan salah seorang Mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) pun menuturkan Mahasiswa yang disibukkan penelitian dan dosen yang disibukkan dengan penelitian sehingga melupakan kepentingan umat, mendidik kaum intelektualnya tetapi lebih mengesampingkan kepentingan umatnya. Revolusi industri 4.0 mengalihkan fokus kita sehingga lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan umat.

“Bukannya ingin menaklukan Indonesia dengan cara Islam, Mahasiswa malah terbiasa terdidik sebagai mental pekerja,” Kata Ilmi.

Hal ini, Lanjut Ilmi jelas sangat memprihatinkan sebab Mahasiswa mulai terbiasa terdidik menjadi pekerja dan terbiasa menjadi seorang Mahasiswa dengan mental pekerja

Diskusi ini diharapkan menimbulkan kesadaran Mahasiswa yang menjadi kontrol sosial dan period of change agar lebih menyadari dampak negatif revolusi industri 4.0 ini jika tidak dihadapi cerdas dan cermat, serta tidak membuat Mahasiswa lupa peran utamanya untuk menjadi kontrol sosial dan Agent Of Change.

” Diharapkan tidak menggeser peran Mahasiswa yang seharusnya menjadi kontrol sosial serta menjadi Agent Of Change,”ujar Ervina salah satu anggota back to muslim identity.

Reporter : Clara Wirianda

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Tersingkir di UCL, Barcelona Resmi Turun Kasta

Teropongonline, Medan-Barcelona dipastikan terdepak dari Liga Champions musim