Sukma CHt : “Menulis Adalah Dunia Saya”

Sukma CHt : “Menulis Adalah Dunia Saya”

- in Kabar Kampus
300
0
Sukma CHt "Menulis adalah Dunia Saya

Teropongonline, Medan – Seminar Nasional Writerpreneur mengusung tema yaitu Strategi Berbisnis Tulisan dengan Kerjasama Antara Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMSU Dan Gerhana Publishing. Acara ini dilaksanakan di Gedung Fakultas Agama Islam Ruang Penjamin Mutu Lantai II. Selasa, (06/11/18).

Sekretaris Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Aisiyah Aztry, S.Pd.,M.Pd mengatakan selain petunjuk dari pihak universitas untuk mata kuliah kewirausahaan diharapkan juga kepada dosennya untuk mengajarkan kewirausahaan berbasis pengetahuan. Jadi sesuai sekali kalau dibawakan mengenai writerpreneur yakni strategi berbisnis tulisan.

“Alhamdulillah di mata kuliah kewirausahaan mahasiswa prodi Bahasa dan Sastra Indonesa sudah mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yakni ajang paling bergengsi untuk tingkat nasional. Hal ini sudah masuk proses, semoga selalu diberikan kemudahan sama Allah karena rata-rata judulnya adalah kewirausahaan berbasis pengetahuan mulai dari mengahasilkan buku satu daerah, media pembelajaran terbarukan, dan lain sebagainya,” kata Aisiyah

Harapannya semoga apa yang disampaikan oleh pemateri nanti mengenai berbisnis  di bidang tulisan yang sejalan dengan profil prodi yang ada empat diantaranya termasuk peneliti dan editor. Jadi peneliti jelas berhubungan dengan tulisan.

“Silakan nanti disimak baik-baik apa yang disampaikan pemateri.  Semoga apa yang telah ditanam bu win dengan menghasilkan mahasiswa yang punya buku,  terbit ke surat kabar akan selalu ada estafet generasinya,” harapnya.

Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Dr. Mhd Isman, M.Hum mengatakan kegiatan ini bisa menjadi bekal untuk berbisnis di bidang tulisan. Harapan program studi selain nantinya menjadi guru setelah tamat tapi banyak yang  bisa dilakukan seperti berwirausaha.

“Berilah motivasi supaya mana tahu nanti tidak menjadi guru bisa menjadi editor bahasa, atau bekerja di media surat kabar. Apalagi kesempatan bisa menjadi Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) karena ini adalah ranah kita dan sebenarnya peluang-peluang di prodi Bahasa  dan Sastra Indonesia tidak hanya mengajar melainkan banyak,” katanya.

Harapannya kepada pemateri yaitu memberikan contoh-contoh orang yang berhasil dalam dunia pendidik seperti halnya “Dengan menulis dunia kenal siapa kita, dengan membaca kita mengenal dunia”. Banyak orang yang berhasil dalam dunia tulis menulis ini. Jadi sesuai program studi kita Bahasa dan Sastra Indonesia salah satu keterampilan yang harus kita kuasai adalah  keterampilan menulis.

“Selain ada mata kuliahnya ini juga untuk memantapkan mata kuliah tersebut  dan mengundang ahi dibidang tulis menulis itu sehingga  bakat-bakat yang ada bisa di asah.  Mudah-mudahan bisa menjadi seorang pembisnis yang hebat,” harap Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia.

Menanggapi hal tersebut Editor Gerhana Publishing yang juga sebagai pemateri Sukma, CHt mengatakan bahwa  sudah empat kali memberikan materi writerpreneur. Pertama di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIIM) Sukma, di Universitas Prima Indonesia, di Universitas Muhammadiyah  Tapanuli Selatan, dan UMSU.

“Motivasinya terkait berbisnis tulisan karena senang menulis dan itu dunia saya. Saya sempat lama berpikir bisa gak ya menulis itu sebagai mata pencaharian, lama menemukan jawaban itu sampai guru-guru saya baik yang di Medan maupun di luar itu tidak saya temukan figur siapa yang berhasil menafkahi diri dan kelurga dari menulis tapi saya memutuskan untuk belajar menulis dan akhirnya ketemu bahwa writerpreneur yang terdapat delapan model,” kata Pemateri seminar.

Ia juga menambahkan setelah writerpreneurr yang kedua pasarnya luas sekali kemudian yang ketiga karena pasarnya luas pemainnya tidak ada, yang keempat dengan menulis bisa membuatnya happy. Menulis bisa menghasilkan waktu banyak bersama keluarga, ini motivasi yang penting sekali saya jadikan karena saya bekerja juga untuk keluarga.

“Pertama kali karya cerpen saya dimuat tahun 2002 di harian Medan kota kemudian berangsur-angsur ke media lain, baik online maupun offline, ikut lomba antologi bersama, meskipun saya akui belum menerbitkan secara mayor. Saya berangkat dari sastra dan itu ternyata saya baca plog nya mbak asma nadia kalau kita nguasai sastra karya apapun bisa kita kuasai dan itu saya benarkan, saya berawal dari cerpen kemudain merambah ke puisi, artikel, esai,” tambahnya.

Selain itu satrawan yang menjadi inspirasi  Sukma dulu banyak tapi yang berhasil terpilih dari seleksi adalah Buya Hamka. Kemudian Kang Abi, Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa. “ Saya kagum dengan buya hamka meskipun saya harus berulang kali membaca karena gaya bahasanya berbeda,  bahasa zaman dulu,  dan yang saya suka dari dia adalah figuritas,” cerita Sukma waktu diwawancarai.

Harapannya bisa bersinergi dengan mahasiswa, artinya kalau dulu bicara bisnis itu tentang teori menulis tapi sekarang tidak lagi.  Semoga kegiatan dapat memunculkan militansi dan semangat menulis kepada semuanya. Kedua ingin berkolaborasi dengan anak-anak muda karena itu sangat diperlukan.

Reporter : Ummu Amnah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Efek Terlalu Sering Bergadang Bagi Wanita

Teropongonline, Medan-Idealnya, waktu tidur orang dewasa minimal 7-8