Intip, Resensi Novel “Bumi” Karya Tere Liye

Intip, Resensi Novel “Bumi” Karya Tere Liye

- in Dunia Sastra
6574
0

JUDUL BUKU : BUMI
PENULIS : TERE LIYE
JUMLAH HALAMAN : 438
PENERBIT : PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA
ALAMAT PENERBIT :KOMPAS GRAMEDIA BUILDING Blok I Lantai 5 JL.PALMERAH

BARAT 29-37 JAKARTA 10270.

Tere liye adalah seorang penulis novel yang menulis tentang kehidupa keluarga dan
lingkungan sekitar. gaya bahasa yang familiar dan mudah untuk dimengerti dan jalan
ceritanya yang tak biasa di sajikan oleh penulis-penulis lain membuat novel karyanya banyak
diminati oleh para pembaca novel. Dalam novelnya kali ini, tereliye menyajikan sebuah cerita
yang membiarkan pembacanya benar-benar berimajinasi tentang kehidupan yang berjalan
bersamaan di atas bumi.

Dalam novelnya kali ini, ia menceritaka tentang seorang anak remaja berusia 15 tahun
yang tubuhnya bisa menghilang. Dia bisa menghilangkan dirinya sendiri hanya dengan
menutup mata menggunakan kedua tangannya. Namanya adalah Raib. Dia mempunyai 2 ekor
kucing si putih dan si hitam. Dia juga bersekolah seperti remaja kebanyakan dan mempunyai
seorang teman dekat bernama Seli.

Orangtuanya tidak pernah tahu dia bisa menghilang. Hanya saja terkadang mereka
merasa aneh saat tiba tiba dia muncul di hadapan mereka, padahal sebenarnya dia berada di
kamar. Tapi mereka tidak pernah mempermasalahkannya. Sampai pada suatu hari dia di
keluarkan dari kelas oleh Miss Keriting (Selena), guru matematikanya. Karena dia lupa
membawa buku PR nya. Teman sekelasnya yang bernama Ali, yang terkenal aneh itu juga di
keluarkan dari kelas oleh Miss Keriting.

Waktu itu hujan turun begitu derasnya. Raib tidak mau terlihat oleh Ali, iseng dia
menutup mata dengan kedua tangannya. Saat itulah dengan sekejap dia menghilang dan
memulai perkenalannya dengan sosok tinggi kurus bernama Tamus. Kecelakaan yang
menimpa Raib dan Seli sebelum klub menulis dimulai itu membawa Tamus dan Selena
terlibat pertarungan hebat sehingga harus memaksa Raib, Seli, dan Ali melewati sebuah
lorong hitam menuju tempat asing. Kota itu bernama Tishri.

Menurut mereka kota tersebut adalah kota yang aneh dengan pakaian aneh serba
gelap. Menu makanannya pun gelap. Begitu juga dengan kamar mandinya. Jika kita mandi
dengan air, di kota tersebut kita mandi menggunakan udara. Tiang-tiang tinggi dengan
puluhan cabang dengan ujung cabang balon besar dari beton merupakan rumah tingga
penduduk kota tersebut.

Selena, Raib, Seli, dan Ali berjuang mengalahkan Tamus di kota ini. Dengan bantuan
beberapa penduduk asli kota ini yaitu sebuah keluarga kecil beranggotakan Ilo, Vey, si
sulung Ily, dan si bungsu Ou. Ternyata Raib adalah pewaris klan bulan pertama yang di
besarkan di dunia tanah (BUMI). Dan Seli adalah pewaris klan matahari pertama yang
berjalan di atas BUMI. Mereka berdua memliki kekuatan yang mampu menandingi Tamus.
Ali, dia hanyalah makhluk tanah yang diam diam jenius. Mereka berjuang mengalahkan
Tamus yang ingin menguasai BUMI.

Buku ini sangat bagus untuk di baca untuk menghabiskan waktu luang. Ceritanya
yang membuat kita dipenuhi tanda tanya seperti tak ingin menyudahi walaupun berhenti
sejenak. Buku ini juga merupakan serial pertama dari empat buku yang lainnya seperti Bulan
Matahari dan Bintang. Banyak ilmu pengetahun yang dapat kita ambil dari membaca buku ini
salah satunya ilmu fisika sederhana yang banyak di gambarkan dalam cerita ini.

Selamat membaca!!

Reporter : Siti Khairisa

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Mahasiswa Merokok di Area Larangan Merokok

Teropongonline, Medan-Terlihat dua orang mahasiswa yang sedang merokok