“SARJANA” Bukan Sekedar Kata, Tapi Makna

“SARJANA” Bukan Sekedar Kata, Tapi Makna

- in Opini, Ragam
433
0

Ada yang udah lulus kuliah tapi susah cari kerja, ada yang kuliahnya berantakan karena sibuk kerja”

Sebuah quote yang diposting oleh “KAMPUSZONE” pada 22 juli tersebut sangat menggambarkan keadaan yang sering kali terjadi dikalangan siswa intelektual (Mahasiswa) strata satu.

Siswa SD, SLTP, Dan SLTA pasti sudah sangat mengenal kata “WISUDA” yang dimana wisuda adalah sebuah kebanggan yang dirasa tanpa beban karna merasa lebih dewasa dan malah mungkin peraturan pergaulan semakin dilonggarkan.

Sungguh Jauh berbeda dengan wisuda Mahasiswa yang dimana wisuda bukan hanya sebuah penggambaran kebahagiaan tapi juga penyambutan akan nyatanya persoalan hidup yang lebih berat pastinya.

Seorang sarjana cumlaude pun belum terjamin akan kesuburan hidup dimasa mendatang, karna pandai akademisi belom tentu lihai dalam aksi, partisipasi, apalagi masalah kemajuan negeri.

Belum lagi kata “Sarjana” yang disandang di belakang nama pun cukup menambah beban akan sebuah gelar yang dianggap masyarakat bahwa orang tersebut sangat mumpuni dalam suatu ilmu.

Tidak sedikit lulusan sarjana hanya menjadi kuli panggul, ojek payung malah mungkin menambah angka pengangguran negeri yang akhirnya demi sesuap nasi rela mengorban diri hingga jatuh dalam sel besi.

Karna masalah mencari pekerjaan terkadang bukan hanya terhalang oleh minimnya pengetahuan tapi juga minimnya keuangan (nyogok). Hal tersebut bukan hanya terjadi dikalangan buruh karyawan tapi di kalangan pendidikan juga semakin marak hingga tak sedikit siswa yang jarang dicantumkan namanya di buku nilai dosen juga bisa menjadi politikus sejati hingga menghadirkan koruptor negeri dengan memanipulasi IPK sendiri.

Seperti yang dikatakan Buya H. Ahmad Rasyid Sutan Mansur seorang mantan ketua Muhammadiyah

“mulut akan susah bicara dengan benar bila mulut terisi”

Karna itu seorang lulusan sarjana jangan haya memikirkan,

“akan cari kerja dimana aku nanti? “tapi ubahlah menjadi,

“aku akan membuat ini, ini, dan ini !” sebab dunia kerja takkan cukup menampung ribuan bahkan jutaan orang yang lulus disetiap tahunnya,  jadi untuk para sarjana tahun ini buatlah lapangan kerja sendiri”.

Cobalah mengharumkan nama negeri, menyuburkan bumi pertiwi dengan banyak inovasi dan menjadi pembaharu pembaharu sejati, jangan sampai menlanjutkan penerus tikus tikus kotor yang berakhir di jeruji besi, malah terkadang kabur keluar negeri dan melupakan tanggung jawab sendiri.

 

Oleh : Dwi Haryanti

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

5 Website Kursus Online Gratis Bersertifikat

Teropongonline, Medan-Kursus online semakin menjadi andalan untuk meningkatkan keahlian dan