Kejujuran Membawa Berkah

Kejujuran Membawa Berkah

- in Dunia Sastra
301
0

Doni adalah anak yang baik. Doni memiliki seorang adik bernama Rio. Doni selalu pergi kesekolah bersama rio dan di atar oleh sang ayah. Saat pulang sekolah doni dan rio selalu pulang dengan menggunakan kendaraan umum.  Mereka  sudah di latih untuk berani belajar mandiri.

Hingga pada suatu hari doni dan rio mengalami kejadian yang membuat mereka bingung. Pasalnya ongkos yang sudah di siapkan doni hilang 500. Saat doni mengetahui uangnya hilang ia langsung sibuk mencari uang yang hilang tersebut. Doni sangat takut apabila harus memberikan ongkos kurang dari tarif yang sebenarnya karna itu adalah dosa.

“Dek ongkosnya ada sama adek 500 lagi?” tanya Doni dengan nada panik.

“kan sama abang, mana ada lagi uang sama rio”

Mereka mencari di setiap laci tas dan sudut-sudutnya, mereka juga mencari pada palastik indomaret yang di pegangnya. Memeriksa setiap sudut plastik tersebut, mana tau ada yang robek dan  membuat uang 500nya jatuh. Namun dicari dan di cari tak di temukan apa penyebab uang tersebut hilang.

Simpang rumah doni dan rio semangkin dekat. Uang yang hilang tak kunjung di temukan meski sudah membongkar seisi tas dan pelastik yang di pegangnya. Jantung Doni dan Rio berdebar sangat hebat karna takut memberikan ongkos yang kurang 500 tersebut. Namun waktu tak mengijinkan doni dan rio untuk memeriksa tas mereka lebih lama lagi karna kini mereka sudah berada tepat di simpang rumah mereka.

“wak pinggir ya!!!” ucap doni meminta kepada supir angkot karna sudah berada tepat di simpang rumahnya.

Angkot pun berhenti, doni dan rio pun turun dari dalam angkot. Saat ingin memberikan ongkos, dengan sangat takut doni pun meminta maaf kepada supir.

“wak maafin doni ya, ongkosnya kurang 500” ujar doni dengan jantung yang terus berdetak sangat hebat.

“kalian naik dimana tadi?” tanya supir angkot kepada doni

“di depan SD pertiwi wak, maaf ya wak”

“owh yaudah gakpapa. Nah, karna kalian sudah jujur dan wawak sangat menyukai anak-anak yang jujur jadi ini buat kalian” supir angkutan umum tersebuat memberikan selembar uang kepada doni “di bagi dua sama adeknya ya” pesan wak supir setelah doni menerima uang tersebut.

Kini doni memegang selembar uang lima ribu yang di berikan supir angkot tadi. Ia bingung kenapa malah supir itu yang memberikan uang kepadanya padahalkan uang ongkosnya yang kurang tadi. Sesampainya di rumah doni menceritakan semua kejadian yang terjadi di dalam angkot tadi. Ibu tersenyum bangga melihat anak-anaknya lalu menasehati doni dan rio.

“itu adalah rezki anak-anak yang mau jujur. Mungkin nanti kalian tidak akan mendapat perlakuan yang sama setiap kali kalian jujur, tapi kalian harus tetap jujur karna itu adalah salah satu sifat yang baik dan harus tetap kalian jujung tinggi” ujar ibu doni dan rio yang diiringin anggukan kepala doni dan rio.

Oleh : Siti Khairisa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

7 Tips Mengerjakan Skripsi Agar Lulus Tepat Waktu

Teropongonline, Medan-Memulai skripsi dengan persiapan dapat menghasilkan skripsi