Bersama Andreas Harsono, Pena Budaya Bahas Jurnalisme Media Digital

Bersama Andreas Harsono, Pena Budaya Bahas Jurnalisme Media Digital

- in Kabar Kampus
0
0

Teropongonline, Medan-Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Penabudaya Universitas Padjadjaran (UNPAD) adakan webinar sebagai puncak dari Festival Jurnalisa secara virtual. Sabtu, (04/12/2021).

Webinar tersebut menghadirkan Author dan Peneliti Human Rights Watch, Andreas Harsono sebagai Pemateri dan Jurnalis Lepas, Charlenne Kayla Roeslie sebagai moderator.

Dalam pembukaan acara, Andreas Harsono menyampaikan jika membaca buku itu penting selain dari hanya melalui media sosial. Ia juga menyampaikan alasannya memakai wadah media sosial.

“Saya disuruh sebetulnya, kalau boleh saya gamau. Saya punya instagram gara-gara saya menerbitkan buku Race, Islam and Power. Ketika ini terbit mereka bilang, anak muda itu pakai instagram, jadi kamu pakai instagram juga. Lantas yang twitter itu karena saya juga bekerja untuk Human Right Watch jadi saya diminta untuk menggunakan twitter,” ujarnya.

Selama acara berlangsung, Andreas bersama membahas mengenai bagaimana cara untuk seseorang agar dapat beropini dengan aman melalui media sosial tanpa perlu dihantui akan yang namanya UU ITE.

Menurut Andreas sendiri, hal tersebut dapat diatasi dengan lebih mengetahui dunia jurnalisme. Disaat yang bersamaan Andreas juga berpendapat bahwa negara kita ini masih tidak memiliki upaya untuk menghapus Criminal Defamation Article.

Andreas juga menyampaikan jika pendapatnya mengenai UU ITE. “Politisi kita itu cenderung setuju bila orang memfitnah atau kabar bohong atau ‘menodai agama’ dihukum penjara. Politisi kita juga takut untuk menghapus pasal-pasal itu,” tuturnya.

Tr : Choirun Anisah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Are there courses that focus on specific types of survival gear and equipment

Yes, there are courses that focus on specific