Hei Tuan

Hei Tuan

- in Dunia Sastra
0
0

Aku tahu yang menyukaimu bukan hanya aku.
Yang mendoakanmu bukan hanya aku.
Yang berusaha memantaskan diri untukmu
juga bukan hanya aku.

Sebab, teman perempuanmu sudah pasti
melebihi jumlah jari jemariku.
Sedangkan aku hanya sekedar orang biasa
yang ingin mampukan agar bisa menggapaimu.

Tapi, aku tidak pernah berkeinginan untuk
Memaksa atau pun mengiba.
Agar mendapatkan ruang di hatimu untuk cintaku bermuara.

Karena, sebenarnya aku tidak memiliki cukup
kemampuan apalagi usaha untuk mendapatkan hatimu.
Bahkan untuk mendekatimu saja aku tidak mampu.

Aku memang mencintaimu juga menyayangimu.
Namun, perihal cinta mungkin aku bisa menyebutnya semu.
Sebab, aku hanya di mampukan mencintaimu dalam ketidakberdayaanku.

Dan, maaf.
Jika nama Tuan selalu aku perbincangkan dengan Nya.
Jika aku selalu berdiskusi tentang Tuan dihadapan Nya.

Tr : MN

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

hello world

hello world!!!