KAMMI Medan Bahas Polemik PPN

KAMMI Medan Bahas Polemik PPN

- in Kabar Kampus
117
0

Teropongonline, Medan-Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) bersama Nailul Huda selaku peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) membahas terkait polemik Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Jumat, (18/06/2021) malam.

.

Acara yang dipelopori oleh Departemen Kebijakan Publik KAMMI Medan tersebut mengadakan diskusi sesuai dengan wacana pemerintah yang akan mengenakan PPN pada beberapa sektor ekonomi.

.

Dalam diskusi yang dilaksanakan melalui aplikasi Zoom tersebut, Nailul Huda mengatakan jika perbandingan dengan PPN Indonesia masih tidak terlalu tinggi daripada negara lainnya.

.

“Memang PPN Indonesia bisa dibilang masih rendah, namun perbandingannya dengan negara yang PPN-nya lebih tinggi adalah negara – negara yang maju,” sampainya.

.

Lanjutnya, ia mengatakan pemanfaatan dana pajak pada negara maju memiliki tujuannya yang jelas.

.

“Negara maju seperti mereka memanfaatkan dana pajak dengan jelas, tujuannya untuk membangun infrastruktur, layanan kesehatan gratis, dan pendidikan gratis, berbeda dengan negara kita yang dananya malah dikorupsi. Maka untuk menaikkan pajak menjadi 12% itu harap agar lebih dipertimbangkan kembali,” jelas Nailul.

.

Dalam pasal 4A ayat 2 Undang – Undang (UU) PPN yang baru mengenai barang yang tidak dikenakan pajak, ada beberapa poin yang dihapuskan salah satunya untuk barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan.

.

Nailul memberikan pendapatnya bahwa ini sesuatu yang sangat miris. “Dalam UU PPN yang baru, barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak dihapuskan, berarti ayam, daging, dan beras akan dikenakan PPN. Menurut saya ini sangat miris sekali, seharusnya kebutuhan pokok rakyat tidak dikenakan PPN,” ujarnya.

.

Tambahnya, dalam data kelompok pengeluaran, bahwa daya beli masyarakat dalam kebutuhan pokok masih tertekan dan sulit.

.

“Saat ini pengeluaran kita masih mengalami pertumbuhan yang minus artinya daya beli masyarakat masih tertekan. Ketika PPN ditingkatkan serta sembako dan layanan pendidikan dikenakan PPN maka akan semakin menekan daya beli masyarakat, lalu efeknya akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang tertekan,” tambah Nailul.

.

Di samping pembahasannya itu, Nailul mengajak mahasiswa untuk lebih kritis dalam menyampaikan aspirasinya baik melalui media massa dan media sosial.

.

Tr : Annisa Alivia
Editor : Berry Sanjay

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Are there courses that focus on specific types of survival gear and equipment

Yes, there are courses that focus on specific