Mengenal Tengku Lisfi Iswana Sebagai Aktivis Seni Dan Kebudayaan Melayu

Mengenal Tengku Lisfi Iswana Sebagai Aktivis Seni Dan Kebudayaan Melayu

- in Artikel
88
0

Teropongonline, Medan-Tengku Lisfi Aswana , dari namanya saja kita tahu bahwa tengku erat dengan kebudayaan melayu yang merupakan suatu gelar yang di turunkan secara turun temurun.   Tengku adalah gelar kebangsawanan Melayu yang otomatis melekat pada seorang laki-laki dan perempuan keturunan dari Sultan-sultan dan para Raja-Raja di Kerajaan Melayu. 

Tulisan “Tengku” di awal nama setiap orang Melayu merupakan status yang menandakan kedudukannya dalam masyarakat adat Melayu. 

Kebudayaan Melayu sebagai salah satu dari berbagai macam kebudayaan yang hidup, tumbuh dan berkembang di muka bumi ini. Kebudayaan Melayu merupakan kebudayaan secara turun-temurun dilakukan oleh masyarakat. Kebudayaan Melayu merupakan salah satu pilar penopang kebudayaan nasional Indonesia khususnya dan kebudayaan dunia umumnya, di samping aneka budaya lainnya. Budaya Melayu tumbuh subur dan kental di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Tengku Lisfi Iswana wanita kelahiran 03 April 1992 yang merupakan lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Tahun 2017,  juga merupakan  keturunan Sultan Istana Maimun yang dapat disebut juga keluarga seniman. Keluarga seniman ini sudah terbentuk dari zaman nenek mereka sekitar tahun 1968. Lisfi dan keluarga  dikenal dengan memiliki kekentalan budaya dan seni yang luar biasa. 

Lisfi merupakan keturunan Melayu dengan gelar “Tengku”, gelar ini lah yang membuat Lisfi merasa bertanggung jawab untuk harus memiliki jiwa seni didalam hidupnya , maka dari itu sejak kecil Lisfi sudah memiliki bakat tari dan menyukai kesenian Melayu.

Lisfi mempelajari semua tarian melayu mulai dari basic sampai kesembilan tari wajib Melayu dengan senang hati dan tanpa paksaan. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Itulah mengapa sekarang, Lisfi sangat aktif dibidang Seni dan Budaya karena bakat yang ia miliki dan juga wasiat keluarganya.

Lisfi kerap sekali menghasilkan prestasi-prestasi yang berbau seni salah satunya seni dari kebudayaan melayu. Lisfi juga sering mengikuti kegiatan atau acara-acara seni seperti pernah menjadi talent  GEMES (GELAR MELAYU SERUMPUN) 2019 di Istana Maimun yang dihadiri oleh beberapa organisasi seni dari berbagai Negara (Malaysia, Thailand, Singapore), sebagai penari di acara Festival Keraton Nusantara 2018 yang didatangi oleh Presiden Indonesia Bapak Jokowi langsung di Istana Maimun , Memenangkan lomba Juara 1 Video Medan Tourism (Talent) oleh Kementrian Pariwisata merupakan hal yang hebat baginya sampai ia menjadi Perwakilan kelas Content Creator oleh KOEKRAF KEMNAKER.

Pernah menjadi Choreographer untuk Jingle BRI cabang Iskandar Muda dan untuk Kartini Day ptpn 4 se-Indonesia 2020. Sampai sekarang Lisfi masih menggeluti hobi ini dengan semangat melestarikan dan memperkenalkan budaya Indonesia ke Mancanegara.

Kisah yang inspiratif dari Tengku Lisfi Iswana ini memotivasi agar kebudayaan melayu tetap dilestarikan oleh kaum-kaum muda. Usahanya untuk menjaga dan melestarikan tarian kebudayaan melayu adalah dengan menjadi pengajar atau guru tari di suatu sanggar tari milik keluagranya yang lumayan terkenal di Kota Medan yaitu Sanggar Tari Sri Indra Ratu. 

Sanggar tari Sri Indera Ratu sendiri juga sempat mengharumkan nama baik Indonesia di kancah International. Sanggar tari yang dimiliki oleh keluarga Lisfi ini pernah mengisi acara pada Festival Indonesia di Malaysia, Singapura, Amerika, Mexico, Spanyol, China, hingga Jerman.

Di zaman ini memang tidak mudah bagi Lisfi untuk mengajak masyarakat khususnya kaum anak muda untuk mencintai kesenian dan kebudaaan namun dari kisah inspiratifnya ini diharapkan banyak memotivasi kaum muda agar lebih lagi mencintai kebudayaan agar kebudayaan melayu tidak tinggal nama saja , bagi Lisfi tidak masalah mengikuti tren budaya Barat asalkan kita tidak melupakan dari mana asal kehidupan budaya kita.

Focusix publisher

Penulis merupakan mahasiswa USU dan tulisan ini sepenuhnya tanggung jawab penulis.

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

hello world

hello world!!!